Situs Resmi Portal Informasi Sekretariat Daerah Humas Kabupaten Melawi. Lihat Berita, Majalah, Foto, Video, Layanan, Agenda dan PPID Humas Kabupaten Melawi

Siaga Karhutla, Pemkab Melawi Gelar Rakor Lintas Sektoral

Nanga Pinoh, 18 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Penanggulangan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Selasa (18/8/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi.

Rakor yang dibuka langsung oleh Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, ini digelar seiring meningkatnya jumlah titik panas dan meluasnya kebakaran lahan di sejumlah kecamatan, yang juga berdampak pada krisis pasokan air bersih di ibu kota kabupaten.

Rakor turut dihadiri Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., Wakapolres Melawi, LO Kodim 1205 Sintang, Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala KPH Melawi, Camat, Unsur TNI dan Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, Tagana, PMI, dan unsur terkait lainnya.

Sebelum rakor dimulai, digelar apel gelar pasukan tanggap darurat sebagai bentuk kesiapsiagaan personel gabungan di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menegaskan bahwa lonjakan kejadian karhutla sejak akhir Juni hingga pertengahan Agustus 2026 mengharuskan seluruh unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan elemen masyarakat untuk bergerak bersama menangani bencana yang kini merebak hampir di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Melawi.

Bupati juga menginstruksikan seluruh camat untuk meneruskan arahan kepada para kepala desa agar segera membentuk Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah kerja masing-masing guna melakukan deteksi dini dan penanganan awal karhutla, yang akan terkoneksi dengan tim BPBD, Damkar, BPSBK, PMI, Manggala Agni, dan KPH di tingkat kabupaten.

Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat yang masih membuka lahan pertanian dengan cara membakar agar menunda aktivitas tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan.

Pada kesempatan ini,Kepala UPT KPH Wilayah Melawi, Aripin, S.P., M.Kom, memaparkan berdasarkan data SIPONGI Kementerian Kehutanan, sepanjang 1 Januari hingga 17 Agustus 2026 tercatat 2.596 titik panas (hotspot) di Kabupaten Melawi dari satelit NASA-MODIS, NOAA-20, dan SNPP, dengan lonjakan tajam pada periode 1–17 Agustus dibanding periode Januari–Juli.

Sejumlah kejadian kebakaran lahan turut dilaporkan KPH Melawi, yakni di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, Desa Nusa Kenyikap, Kecamatan Belimbing, Desa Pelempai Jaya, Kecamatan Ella Hilir, serta Desa Suka Damai, Kecamatan Pinoh Utara.

Selanjutnya, Polres Melawi memaparkan kesiapan personil yang siap digunakan dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Melawi sebanyak 196 personil yang terdiri dari Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD Melawi, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta Brigade Dalkarhutla KPH Melawi.

Sementara itu, Kajian prospek cuaca dan iklim menunjukkan Kabupaten Melawi memasuki periode kritis karhutla. BMKG memprediksi puncak musim kemarau nasional terjadi pada Agustus 2026, dengan Melawi masuk kategori curah hujan rendah (0–20 mm/bulan). Hari Tanpa Hujan (HTH) tercatat 27 hari sepanjang Juli dan 16 hari pada awal Agustus 2026. Risiko karhutla diperkirakan tetap tinggi hingga September 2026 sebelum kondisi basah kembali normal.

Musim kemarau panjang turut berdampak pada layanan air bersih. Perumdam Tirta Melawi menetapkan status Siaga Darurat untuk cabang utama Nanga Pinoh, menyusul penurunan drastis debit sejumlah sumber air baku, yaitu Sumber Poring, Sumber Tanjung Lay, dan Sumber Serundung. Kondisi ini mengancam pasokan air bagi sekitar 1.259 dari total 8.459 pelanggan aktif di Nanga Pinoh apabila kekeringan berlanjut, meski layanan di unit-unit IKK di luar Nanga Pinoh dilaporkan masih berjalan normal.

Sebagai langkah darurat, Perumdam Tirta Melawi telah mengaktifkan armada tangki air bersih dengan total distribusi sekitar 376.000 liter melalui 94 kali ritasi, termasuk alokasi khusus untuk Desa Kelakik, BTN GSI, Tanjung Tengang, serta dukungan pemadaman kebakaran. Perumdam juga mengajukan rekomendasi strategis kepada Pemkab berupa pemeliharaan darurat perangkat pompa, penyusunan skema penggiliran distribusi air, serta otorisasi tambahan anggaran operasional armada tangki guna mengantisipasi perpanjangan musim kemarau.

Rakor ini menjadi forum bagi BPBD, BMKG, Manggala Agni, KPH, TNI, dan Polri untuk memaparkan data, titik rawan, sebaran hotspot, serta kekuatan personel dan peralatan penanganan di masing-masing instansi, sebagai dasar penyusunan langkah penanggulangan yang saling melengkapi.

Bupati menekankan pentingnya keselamatan personel di lapangan dalam setiap upaya pemadaman dan penyelamatan.

Pemkab Melawi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kekompakan, melaporkan aktivitas pembakaran lahan kepada aparat desa maupun kecamatan, serta mendukung upaya bersama menanggulangi dampak kemarau, karhutla, dan krisis air bersih yang tengah dihadapi Kabupaten Melawi.

Tinggalkan komentar