Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengapresiasi peran guru dalam upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Melawi. Hal tersebut diungkapkan Bupati Melawi saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Melawi di aula pertemuan hotel Cantika Nite & Day, Kamis (19/01/2023).
Menurutnya, Kabupaten Melawi sangat memerlukan hadirnya guru-guru yang professional, memiliki integritas tinggi dan siap melakukan perubahan dalam pendidikan terutama menghadapi kurikulum merdeka.
“Peran strategis guru sangat diperlukan dalam membangun karakter putra-putri bangsa dan membina sekaligus sebagai teladan bagi peserta didik. Seorang guru juga harus mau dan mampu menjadi inspirator bagi semua pihak”, ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap PGRI sebagai organisasi profesi untuk secara aktif menjaga, memelihara, mempertahankan, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dijiwai semangat kekeluargaan, kesetiakawanan sosial.
“Saya berharap PGRI agar selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Melawi”, harapnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan kepada guru untuk menjaga netralitasnya sebagai ASN dalam menghadapi tahun-tahun politik.
“Saya mengimbau para guru untuk menggunakan hak politiknya secara bijak, tetapi tidak ikut berpolitik praktis. Jaga netralitas sebagai ASN di tahun-tahun politik ini. Mari kita ciptakan Pemilu 2024 yang damai di Kabupaten Melawi”, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Konkerkab, Muhtar, S.Pd.,M.Pd dalam laporannya menyampaikan Konkerkab II PGRI Melawi membahas laporan pelaksanaan program kerja pengurus Kabupaten masa bakti 2020-2025 bulan Maret 2021 sampai Desember 2022, penjabaran program umum PP PGRI masa bakti 2020-2025 secara operasional menjadi program tahunan, penetapan program kerja organisasi tahun 2023, dan penetapan rencana anggaran organisasi tahun 2023.
“Tema yang diangkat yakni guru bangkit, pulih pendidikan, Indonesia kuat-Indonesia maju. Pada Konkerkab ini juga dibahas kebijakan organisasi tentang berbagai isu yang berkaitan bidang pendidikan”, terangnya.
Muhtar juga mengatakan Konkerkab diikuti oleh 57 orang yang berasal dari perwakilan pengurus cabang, pengurus Kabupaten, dan pengurus Provinsi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Barat, Mohamad Firdaus, M.Pd dalam sambutannya meminta anggota PGRI untuk selalu menerapkan motto PGRI yakni Kuat dan Mantap.
“Anggota PGRI harus siap bekerja, solid, mengayomi, amanah, nalar, tangguh, adil dan peka”, jelasnya.
Muhtar juga menjelaskan PGRI sebagai organsasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan berharap anggotanya memiliki sifat unitaristik, independent, dan nonpartisan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Perwakilan Polres Melawi, Kementerian Agama Melawi, PGRI Provinsi Kalimantan Barat, Plh. Ketua PGRI Melawi, dan anggota PGRI Kabupaten Melawi. (HUMAS/Fariz)

