Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus mewakili Bupati Melawi membuka secara resmi Puncak Bulan Misi Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah II Kalimantan Barat, Sabtu (27/08/2022) di GKII Pintu Elok Nanga Pinoh.
Ketua Panitia Kegiatan, Plorius, S.H dalam laporannya mengatakan Puncak Bulan Misi yang diselenggarakan mengangkat tema “Bertolak Ke Tempat Yang Dalam Injil, Lukas 5:4b” dan diikuti 76 orang peserta yang berasal dari Badan Pengurus Harian GKII Wilayah II Kalbar, 7 (tujuh) daerah GKII se-wilayah II Kalbar, yakni daerah Melawi Hilir, Tanah Pinoh, Sintang I, Sintang II, Kayan, Melawi Hulu, dan Belimbing Hilir, Gembala Sidang Pos PI GKII se-wilayah II Kalbar, dan Pengurus Komisi Pekabaran Injil GKII se-wilayah II Kalbar.
“Kegiatan ini diselenggarakan mulai tanggal 26 s.d 29 Agustus 2022 dengan tujuan menggelorakan kembali semangat misi dan penginjilan dalam diri setiap anggota GKII wilayah II Kalbar”, ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus yang membacakan sambutan Bupati Melawi menyambut baik sekaligus mendukung terselenggaranya Puncak Bulan Misi GKII wilayah II Kalbar di GKII Pintu Elok Nanga Pinoh.
“Misi dan panggilan penginjilan adalah nafas gereja, artinya bahwa gereja itu hidup ketika melaksanakn tugas panggilan sebagai pemberita injil. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini”, ungkapnya.
Selanjutnya, Sekda mengatakan gereja memiliki peran sentral dalam membangun visi rohani masyarakat. Gereja juga memilki peran strategis dalam pengembangan sekaligus peningkatan sumber daya manusia, melalui pembangunan spiritual dan jasmani masyarakat.
“Melalui puncak bulan misi ini, saya harap GKII mampu memberi kesejukan suasana internal maupun eksternal umat beragama, dan semoga GKII di wilayah II Kalbar akan terus tumbuh dan berkembang”, ujarnya.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh jemaat GKII untuk senantiasa membangun sikap moderasi beragama, menjunjung tinggi toleransi, dan ikut serta bersinergi bersama-sama pemerintah dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Melawi.
“Saat ini perbedaan yang ada di Melawi dengan keberagaman suku, budaya, adat, dan agama harus dapat dimanfaatkan sebagai sebuah pondasi dalam membangun daerah dalam mewujudkan Kabupaten Melawi yang adil, pantas, hebat, yang berlandaskan gotong royong serta harmonis dalam keberagaman”, tutupnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, Ketua GKII Wilayah II Kalimantan Barat beserta pengurus, para Ketua Daerah GKII, jemaat GKII, dan tamu undangan lainnya. (HUMAS/Fariz)

