BELIMBING HULU – Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Belimbing Hulu. Sepanjang Agustus 2026, kebakaran terdeteksi di Desa Beloyang dan Desa Nanga Tikan dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 155 hektare.
Hal tersebut disampaikan Camat Belimbing Hulu, Kostantinus Borong, saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Melawi bersama Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI di Kantor Camat Belimbing Hulu yang juga difungsikan sebagai Posko Karhutla, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Bupati Melawi, Malin, S.H. Turut hadir Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Lukman Arif; Wakapolres Melawi, Kompol Aang Permana; unsur TNI-Polri; pemerintah kecamatan dan desa; serta anggota Satgas Karhutla.
Dalam laporannya, Camat Belimbing Hulu menyampaikan bahwa kebakaran di Desa Nanga Tikan mulai terdeteksi pada 29 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB dari sisi jalan penghubung antardesa. Hingga saat ini, kebakaran tersebut masih menyisakan api aktif.
Sekitar 150 hektare lahan di Desa Nanga Tikan diperkirakan terdampak kebakaran. Sebagian besar merupakan perkebunan kelapa sawit dan karet milik masyarakat. Sementara itu, kebakaran seluas kurang lebih lima hektare di Desa Beloyang telah berhasil dipadamkan.
“Kondisi api di Desa Nanga Tikan hingga saat ini masih aktif. Kepala desa harus memimpin penanganan secara langsung di lapangan bersama seluruh unsur terkait,” ujar Kostantinus.
Ia juga melaporkan adanya titik api baru di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Sinar Dinamika Kapuas yang berada di sekitar jalan poros utama. Kondisi tersebut terus dipantau untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.
Menurut Kostantinus, kondisi geografis Kecamatan Belimbing Hulu yang didominasi wilayah perbukitan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Keterbatasan sumber air akibat kemarau panjang semakin menyulitkan petugas melakukan penanganan di lapangan.
“Upaya pemadaman terkendala minimnya ketersediaan air akibat kemarau panjang. Kekeringan ini tidak hanya menghambat penanganan karhutla, tetapi juga menyebabkan masyarakat di seluruh Kecamatan Belimbing Hulu mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan bersama unsur musyawarah pimpinan kecamatan telah membentuk posko siaga bencana. Sosialisasi pencegahan karhutla juga terus dilakukan melalui pemerintah desa, media sosial, tempat ibadah, dan berbagai saluran informasi masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Belimbing Hulu turut mengusulkan pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran melalui APBD Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kemampuan penanganan apabila terjadi kebakaran di kemudian hari.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Melawi, Malin, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, aparat keamanan, maupun relawan. Seluruh elemen masyarakat, termasuk peladang dan pihak perusahaan, harus mengambil peran dalam mencegah munculnya sumber api baru.
“Hari ini kita berbicara mengenai bencana. Tundalah seluruh kegiatan yang berkaitan dengan bakar-membakar, baik untuk membuka ladang maupun kebun. Sumber api dapat muncul karena faktor disengaja ataupun tidak disengaja,” tegas Malin.
Wakil Bupati mengingatkan bahwa dalam kondisi cuaca panas dan kemarau berkepanjangan, kelalaian sekecil apa pun dapat memicu kebakaran yang lebih luas.
“Membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan sisa api pembakaran di kawasan hutan dan perkebunan dapat berdampak fatal. Karena itu, kita harus meningkatkan kehati-hatian dan kepedulian bersama,” lanjutnya.
Malin juga memberikan perhatian terhadap persoalan kekurangan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat. Kekeringan tidak hanya memperbesar risiko kebakaran dan menyulitkan proses pemadaman, tetapi juga memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia mengajak pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Lukman Arif, menekankan agar strategi penanganan kebakaran diarahkan untuk memutus laju api dan mencegahnya merembet ke kawasan permukiman.
Menurutnya, pemadaman tidak hanya berorientasi pada upaya mencapai titik api, tetapi juga harus mempertimbangkan arah penyebaran api, kondisi medan, keselamatan petugas, dan perlindungan terhadap masyarakat.
“Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, ketersediaan peralatan, sumber air, dan dukungan anggaran. Penanganan tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran meluas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar penanganan karhutla tidak terus-menerus hanya mengandalkan relawan. Pemerintah, TNI-Polri, pemerintah desa, perusahaan, dan seluruh unsur terkait perlu berbagi peran serta memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, Wakapolres Melawi, Kompol Aang Permana, mengatakan bahwa Satgas Karhutla telah dibentuk secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Seluruh kepala desa diminta segera membentuk dan mengaktifkan Satgas Karhutla di wilayah masing-masing.
Menurutnya, karakter wilayah Belimbing Hulu yang didominasi kawasan perbukitan memiliki potensi kerawanan tersendiri. Karena itu, aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan api perlu dibatasi untuk sementara waktu.
“Kami meminta aktivitas warga seperti berburu, memancing, hingga pendakian bukit yang memicu pembuatan api unggun dihentikan sementara demi mencegah munculnya titik api baru,” katanya.
Wakapolres juga mengingatkan bahwa asap karhutla berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Satgas di tingkat desa dan kecamatan diminta aktif memetakan wilayah rawan, menyampaikan imbauan kepada masyarakat, serta segera berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten apabila membutuhkan tambahan personel atau peralatan pemadaman.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi turut menyerahkan bantuan kepada Posko Karhutla Kecamatan Belimbing Hulu berupa beras, paket kebutuhan pokok, dan bantuan uang tunai. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan petugas dan relawan yang melaksanakan pemantauan serta pemadaman di lapangan.
Pemkab Melawi kembali mengimbau Masyarakat untuk menunda atau menghentikan sementara seluruh kegiatan pembakaran. Seluruh pihak juga diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas serta mengancam permukiman, kesehatan masyarakat, dan lingkungan.

