Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus membuka secara resmi kegiatan Pengukuran dan Publikasi Stunting Aksi 7 Tahun 2024 yang diselenggarakan di Pendoppo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Selasa (19/11/2024). Turut hadir pada kegiatan tersebut Staf Ahli, Asisten Sekda, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, Para Camat dan Kepala Desa, Kepala Puskesmas, perwakilan dari TP-PKK serta Pimpinan Instansi Vertikal.
Dalam laporannya, Plt. Kadis Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Melawi, Sartika,S.PKP menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini dalam skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa.
“Kegiatan pengukuran dan publikasi stunting inijuga bertujuan sebagai pedoman dalam menyusun rencana kerja tahunan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Melawi tahun 2025”, terangnya.
Sementara itu, Sekda Melawi, Drs. Paulus dalam sambutannya menyampaikan penurunan stunting masih menjadi salah satu Prioritas Utama di Kabupaten Melawi untuk diselesaikan. Untuk itu, Sekda berharap melalui kegiatan publikasi stunting dapat diperoleh data yang akurat mengenai prevalensi stunting di Kabupaten Melawi.
Sekda Melawi meminta Tim Satgas Stunting Kabupaten Melawi untuk fokus terkait keakuratan dan keterpaduan data dalam laporan, agar tidak ada kekeliruan dalam analisis data dan permasalahan, karena data tersebut sebagai dasar perencanaan intervensi.
“Data stunting yang kita peroleh akan menunjukkan kondisi nyata di lapangan dan dengan data itu, kita dapat mengidentifikasi wilayah-wilayah yang menjadi perhatian khusus, serta kelompok masyarakat yang paling rentan”, jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Sekda juga menyampaikan bahwa informasi data yang akurat sangat berharga untuk merancang program-program intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Untuk itu, Sekda mengajak peran serta OPD dan stakeholder terkait dalam penanganan penurunan angka stunting untuk dapat saling membantu dan bahu-membahu dalam karya nyata untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Melawi.
Dalam paparannya, Sekda Melawi menjelaskan bahwa prevalensi stunting balita 0 – 59 Bulan pada tahun 2024 di Kabupaten Melawi mengalami penurunan 1,34% dari tahun 2023 dan keluarga Beresiko Stunting pada tahun 2024 juga mengalami penurunan sebanyak 4.342 KK dari 17.079 menjadi 12.737 KK. Dan dari data prevelansi balita stunting data dari januari – oktober 2024 dari 10 lokus stunting sebanyak 6 desa lokus yang mengalami penurunan kasus stunting. (PROKOPIM/Orin)

