Wakil Bupati Melawi, Drs. Kluisen membuka secara resmi kegiatan lokakarya perencanaan dan penganggaran penanganan stunting di Kabupaten Melawi, Kamis (01/09/2022). Kegiatan ini bekerjasama dengan USAID dan Wahana Visi Indonesia, dan turut dihadiri oleh Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Rima Pramita Kluisen, OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi, Satgas Penanganan Stunting.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Melawi, Drs. Kluisen mengatakan stunting merupakan ancaman utama kualitas SDM bangsa, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa, sehingga stunting merupakan salah satu prioritas program nasional pemerintah saat ini untuk diselesaikan.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yakni perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.
“Ketiga unsur ini membutuhkan peran semua sektor dan komponen masyarakat untuk bekerjasama dalam memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Melawi”, ungkapnya.
Wakil Bupati juga mengatakan upaya penurunan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak termasuk Desa, akademisi, media, swasta, LSM, dan mitra pembangunan seperti program USAID ERAT dan Wahana Visi Indonesia sehingga diharapkan dapat menghasilkan kerja kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam penanganan stunting di daerah.
“Besar harapan saya melalui lokakarya ini, kita semua dapat mengidentifikasi masalah dan tantangan yang terjadi secara bersama-sama, memetakan potensi dan peran dari berbagai pihak untuk merumuskan strategi integrasi dalam perencanaan dan penganggaran stunting yang relevan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Melawi”, harapnya.
Sementara itu, Provincial Coordinator USAID ERAT Kalimantan Barat, M. Bisri mengatakan untuk mencegah meningkatnya stunting adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui program ketahanan pangan, sanitasi yang baik dengan membangun fasilitas MCK, serta akses terhadap air bersih. (HUMAS/Fariz)

