Situs Resmi Portal Informasi Sekretariat Daerah Humas Kabupaten Melawi. Lihat Berita, Majalah, Foto, Video, Layanan, Agenda dan PPID Humas Kabupaten Melawi

Targetkan Nol Kasus PMK, Pemkab Melawi Laksanakan Vaksinasi Massal PMK

Dalam rangka mengantisipasi menyebarnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Melawi dan mempertahankan nol kasus PMK di Melawi, Pemerintah Kabupaten Melawi melaksanakan vaksinasi massal PMK kepada hewan ternak di Melawi.

Vaksinasi massal secara simbolis dibuka oleh Wakil Bupati Melawi, Selasa (16/08/2022) di Desa Nanga Ella Hilir, Kecamatan Ella Hilir, dan turut dihadiri oleh Para Kepala OPD, Camat dan Forkopincam, serta Kepala Desa dan jajaran perangkat desa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Melawi selaku Ketua Satgas Penanganan PMK, M. Syaiful Khair, S.Sos.,M.Si mengungkapkan bahwa pelaksanaan vaksinasi massal PMK dilaksanakan secara serentak se-Kalimantan Barat kecuali Kota Pontianak untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit PMK guna mengejar target Nol Kasus PMK di Kalimantan Barat, sekaligus dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan vaksinasi ini, menurut Syaiful, Pemkab Melawi akan mneyalurkan 1000 dosis, dengan target sebanyak 976 dosis di Kecamatan Nanga Pinoh, Belimbing, Ella Hilir, dan Belimbing Hulu.

“Vaksinasi PMK tahap pertama kita sudah salurkan 200 dosis, dimana 198 dosis telah disuntikkan dan dilaksanakan di Desa Junjung Permai dan Desa Landau Tubun, dan tahap kedua ini kita ada 1.000 dosis”, terangnya.

Lebih lanjut, Syaiful Khair menerangkan saat ini Kabupaten Melawi sudah tidak ditemukan adanya kasus PMK di Kabupaten Melawi.

“Pemkab Melawi bersama jajaran Polres Melawi dan TNI telah bersinergi untuk mengantisipasi PMK ini. Selain  sosialisasi dan edukasi terkait PMK kepada masyarakat, pembentukan Posko Check Point juga telah dilakukan saat menjelang Idul Adha sebagai antisipasi menyebarnya PMK di Melawi”, jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Drs. Kluisen dalam sambutannya mengatakan PMK pada hewan ternak berkuku belah sangat menular dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar akibat penurunan produksi dan produktivitas ternak, serta berdampak terhadap perdagangan produk ternak.

“Oleh karena itu, strategi utama yang bisa dilakukan adalah melalui penerapan biosekuriti kandang, pengetatan lalu lintas hewan ternak, dan pengebalan hewan ternak”, ungkapnya.

Selanjutnya, Wakil Bupati juga menerangkan berbagai langkah telah diambil oleh Pemerintah Daerah dalam mencegah PMK yakni dengan melakukan pengebalan hewan ternak melalui vaksinasi PMK seperti yang dilakukan di desa Nanga Ella Hilir pada hari ini.

“Vaksin PMK ini diharapkan dapat mengamankan sentra pembibitan hewan ternak dan mengendalikan penyebaran PMK. Karena hewan ternak adalah aset, jadi kalau PMK tidak teratasi akan menjadi kerugian yang tak ternilai, khususnya bagi peternak kecil”, ujarnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap Kabupaten Melawi tetap berada pada zona hijau kasus PMK dimana tidak ditemukannya kasus PMK di Melawi. (HUMAS/Fariz)

Tinggalkan komentar